Tatkala langit mulai menghitam,
suatu petanda jatuhnya kejernihan
yang menyucikan kembali bumi yang mati
agar hidup segar menampung insan.
Setelah titisan kejernihan berhenti,
terpancut tujuh jaluran spektrum istimewa
setiap satunya ada gula yang tersendiri.
Begitulah,
seketul daging merah yang mulai menghitam
memerlukan setitis kejernihan
agar kembali bertenaga
membantu diri yang hampir mati
agar kembali subur
dan mengeluarkan spektrum warna,
yang ceriakan diri dan suasana
yang menabur cita untuk terus mengejar
jaluran keindahan.
apabila ditusuk sembilu,
mampu dihapus segala keperitan.
Itulah anugerah dari-Nya
daging yang betul-betul cekal
menempuh cabaran
mencari cinta-Nya di sebalik cita-cita yang mulia.
Daging yang dipanggil hati,
jika tersilap baja
kelak memakan diri sendiri.
hati yang subur
mampu membantu diri
mengorak langkah menutur seni
agar sentiasa hidup menjadi manusia sejati
yang mempunyai akhlak terpuji
di sebalik keindahan wajah yang bersemi.
Monday, January 30, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
tiada tajuk
seandainya kamu tahu, betapa kamu tidak sendiri, pasti kamu tak sanggup meninggalkan parut di walau hanya di jari, seandainya kamu tahu, ad...
-
2 Mac 2020,19:19 بسم الله، الحمد لله ، ثم الحمد لله Hari ni hari kedua setelah malaysia berkerajaan baru di bawah pimpinan Perdana Menteri ...
-
Tanggal 11 Januari 2016, aku dipertemukan dengan seorang insan yang aku gelarkan sebagai sahabat.Pertama kali aku lihat wajahn...
-
Aku pernah, Memberi hati kepada yang tidak pernah ada di dalam hatinya, Secebis ruang untuk kumenumpang, Aku akhirnya sakit sendiri, Ker...
No comments:
Post a Comment