Merenung kembali segala kekhilafan,diri masih lagi begitu sepi,bukan kerana tiada yang peduli,namun rohani yang masih kosong tiada seri,sehingga diri umpama tiada fungsi,menyusahkan yang menyayangi.
Harapan-harapan semakin ku hancuri,
Hati-hati semakin ku sakiti,
Jiwa-jiwa semakin ku lukai,
tangisan yang setiap hari membanjiri pipi,
tiada gunanya lagi.
Mendakap kembali keinsafan diri,masih mencari erti peduli,cuba mengutip sisa harapan yang masih punya kemanisan,merawat hati yang masih punya setitis bahagia,mencipta satu kenangan yang abadi,memulihkan segala yang terjadi agar satu keindahan kembali bersemi.
Friday, June 23, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
tiada tajuk
seandainya kamu tahu, betapa kamu tidak sendiri, pasti kamu tak sanggup meninggalkan parut di walau hanya di jari, seandainya kamu tahu, ad...
-
Tanggal 11 Januari 2016, aku dipertemukan dengan seorang insan yang aku gelarkan sebagai sahabat.Pertama kali aku lihat wajahn...
-
pemimpin, dihujani seribu amanah, dibanjiri sejuta tanggungjawab, sifar penghargaan, namun dititip infiniti kritikan. pemimpin, disel...
-
hati, hati ini sakit,perit, dan penuh derita hati ini menyimpan sejuta hempedu siksa hati ini kurang gula-gula gembira kerna manusia cu...
No comments:
Post a Comment