Aku pernah,
Memberi hati kepada yang tidak pernah ada di dalam hatinya,
Secebis ruang untuk kumenumpang,
Aku akhirnya sakit sendiri,
Kerana kebergantunganku pada ruang yang palsu,
Jiwaku begitu kontang,
Rapuh dek duri yang tak lekang menusuknya
Aku mencari dan terus mencari,
Jalan keluar daripada penjara rasa ini
Yang menyulitkan setiap inci hari
Aku menangis lagi
Terpaku di lautan sepi
Kosong tiada erti.
Wahai hati,
Kau bertahan sedikit sahaja lagi,
Kita sama-sama tempuhi hakikat ini.
Wednesday, October 30, 2019
Subscribe to:
Posts (Atom)
tiada tajuk
seandainya kamu tahu, betapa kamu tidak sendiri, pasti kamu tak sanggup meninggalkan parut di walau hanya di jari, seandainya kamu tahu, ad...
-
Dalam satu haluan mengejar cita yang tak pernah pudar, terkadang ada kekurangan juga kelebihan, mungkin kekurangan buatmu dihina, mungkin...
-
Tanggal 11 Januari 2016, aku dipertemukan dengan seorang insan yang aku gelarkan sebagai sahabat.Pertama kali aku lihat wajahn...
-
Tatkala langit mulai menghitam, suatu petanda jatuhnya kejernihan yang menyucikan kembali bumi yang mati agar hidup segar menampung insan...